Penangkal Narkoba

Prestasi Yes, Narkoba No Way !!!

Oleh : Departemen Advokasi Komando BSI
Dikutip dari : Surat Kabar Transaksi

Andaikan anak bangsa di biarkan memakai dan mengkonsumsi barang haram narkoba, apa jadinya 10 tahun sampai 20 tahun ke depan bangsa indonesia ini. Mungkin akan banyak kita jumpai anak bangsa yang tergeletak di kolong-kolong jembatan, di rumah mewah yang berpagar tinggi dan juga orang-orang yang lupa ingatan dijalanan ataupun sedang sakau, mati secara mengenaskan, serta semangkin sulit untuk mengatasi serangan penyakit HIV.

Narkoba tidak mengenal usia, jenis kelamin, dan strata kehidupan. Narkoba bisa masuk ke segala lapisan dan kalangan apa saja melalui berbagai cara. Kalau kita berkunjung ke Polsek, Polres, Polda akan kita temukan tahanan Narkoba yang ditahan oleh aparat kepolisian. Dari usia remaja sampai bangkotan, dan pembuat barang haram Narkoba.

Dalam hal ini, kita acungkan jempol kepada kepolisian Negara RI. Meskipun demikian, peranan dari orang tua, sungguh sangat-sangat dibutuhkan untuk menciptakan, mendidik anak menjadi manusia yang berkualitas. Peranan orang tua jelas sangat menentukan apakah seorang anak bisa terpengaruh narkoba atau tidak. Manusia merupakan ciptaan tuhan yang paling sempurna dari  ciptaan-ciptaan NYA yang lain. Manusia diberi kelebihan oleh sang pencipta dengan akal dan budi, dengan akal dan budinyalah manusia bisa menentukan mana yang baik mana yang buruk.

Narkoba akan bisa mempengaruhi manusia apabila manusia itu sendiri tidak menjalankan akal dan budinya yang diberi sang pencipta kepadanya. Maka untuk itu, manusia harus mempunyai prinsip dalam hidup. Prinsip hidup itu antara lain :
1. Kesadaran diri
2. Pergaulan diri
3. Iman diri
4. Berani mengatakan tidak (stop) pada diri

Contoh :
1. Kesadarn diri: Apa untung ruginya bila diri memakai, mengedar barang
narkoba?

2. Pergaulan diri: Haruskah dengan cara memakai narkoba akan terjalin
persahabatan (disebut gaul!!)?

3. Iman diri: Bila dilandasi iman yang kuat dan menghindari laranganlarangan
agama dan menjalankannya dengan baik, masih mungkinkan
terpikirkan untuk menggunakan narkoba?

4. Berani mengatakn tidak (stop) pada diri: Stop narkoba dalam diriku ini.
Aku takkan mencoba dan menyentuhmu lagi, walau resiko apapun yang
terjadi. Aku berhenti…..Aku berhenti…..Aku tak mau kenal denganmu
lagi.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: